Selasa, 22 April 2014

Merawat Furniture Jati

Merawat Furniture Jati
Berita Furniture - Furniture yang terbuat dari bahan kayu jati merupakan furniture khas Indonesia yang digemari semua lapisan dan masyarakat luar negeri. Indonesia memiliki ribuan hektar hutan kayu jati yang terus dikembangkan hingga saat ini dan didukung banyaknya pengrajin dari beberapa daerah di Jawa yang mengukir kayu jati dengan design yang klasik dan menarik, memberi nilai tambah yang tinggi pada kayu jati sehingga nilai jual mebel jati menjadi semakin tinggi. Furniture Jati memiliki banyak pilihan desain, diantaranya desain furniture minimalis maupun furniture penuh ukiran, keduanya sama-sama memiliki pangsa pasar tersendiri, dari harga yang murah hingga bernilai puluhan juta rupiah. Produk yang dihasilkan antara lain kursi, sofa, lemari, gawangan, sketsel, ranjang, meja dll. Design yang terus menerus berubah mengikuti perkembangan selera masyarakat membuat furniture tetap abadi digemari masyarakat. Kekuatan dan keawetan dari kayu jati membuat masyarakat tetap memilih jati sebagai prioritas pilihan pada waktu membeli mebel jati.

Furniture Jati tidak harus berusia puluhan atau ratusan tahun, tetapi bisa juga hasil reproduksi baru yang mengikuti gaya dan bentuk furniture pada suatu era atau memang produksi baru yang tetap mempertahankan keaslian desain. Tetapi untuk perawatan, sama saja Furniture Jati tetap kinclong setelah bertahun-tahun kita miliki apabila dirawat dengan baik. Keduanya harus mendapatkan penanganan tepat.

Berikut beberapa tips untuk Merawat Furniture Jati anda tetap awet :
  1. Jagalah permukaan furniture dengan baik, menghindari adanya goresan, noda maupun warna yang semakin kusam, misalnya dengan selalu menggunakan taplak di atas permukaan meja atau kursi dan sofa diberi busa sebagai alasnya. Taplak tersebut dapat meminimalkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat merusak mebel antik Anda secara perlahan.
  2. Tempatkan furniture Anda di tempat yang memiliki suhu normal dan tidak lembab. Usahakan pula agar furniture tersebut tidak terkena sinar matahari langsung atau sumber panas lainnya secara langsung, karena dapat membuat furniture Anda terlihat kusam, lapisan retak atau melengkung.
  3. Bersihkan sela-sela ukiran atau sudut furniture jati anda dengan menggunakan kuas halus berukuran kecil. Di titik-titik inilah debu dan jamur sering bersarang. Kuas kecil akan menyapu sudut-sudut yang susah dijangkau dengan kain lap. Sapukan kuas dengan halus sampai bersih.
  4. Gunakan Wax (Cairan Pelapis Furniture) atau pledge untuk membersihkan permukaan furniture anda. Semprotkan pledge ke permukaan mebel dan sela-sela furniture kayu. Semprotkan seperlunya. Jangan sampai berlebihan. Pledge bisa anda dapatkan di toko furniture atau pasaran.
  5. Permukaan mebel jati yang sudah dibersihkan dengan pledge harus dibersihkan dengan kain ball. Kemudian dibiarkan kering. Kain ball bisa dibeli di toko material.
  6. Bersihkan Furniture Jati anda dengan cara di atas paling tidak satu bulan sekali. Untuk membersihkan debu – debu yang menempel cukup di lap dengan kain Katun/kaus saja.
  7. Setiap penanganannya juga harus dilakukan dengan hati-hati Misalnya, cara memindahkan sebuah kursi harus diangkat dari bagian dudukannya, bukan digeser atau hanya dipegang bagian lengan atau sandarannya saja. Karena Anda tidak akan pernah tahu, apabila sambungan kursi tersebut tidak sekuat sebelumnya.
  8. Memoles ulang furniture antik, setidaknya 2 – 3 tahun sekali untuk membuatnya tetap menawan.
Dengan perawatan rutin tersebut dijamin furniture jati anda baik yang minimalis maupun ukiran akan awet sepanjang masa dan bisa menjadi perabot warisan keluarga. Mari tingkatkan pemakaian Furniture Jati dalam negeri untuk membantu melestarikan seni ukiran dan mebel Jepara serta mengembangkannya sebagai salah satu kekayaan produk asli Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar